Angel Himonopus Chalistus

Senin, 19 Mei 2014

cerita cha tentang Bang Roby dan Pak Dwi



Hal yang paling bikin cha merasa amazing itu waktu biro kemahasiswaan (my lovely office) memenangkan juara I lomba masak non penyedap antar unit yang lainnya di universitas Pembangunan Panca Budi. Betapa hebatnya para atasan ku dalam merencanakan segala sesuatunya, padahal semua atasan ku adalah laki-laki dan mereka membahas masakan yang akan di perlombakan dengan serius tanpa main-main.
Pak Dwintoro : adalah seorang koki laki-laki hebat yang pernah cha kenal. Ingat banget, gimana dia mengkonsep masakan dengan santainya tapi pasti. Mengingat semua bumbu yang akan kami racik, dan mengingat semua peralatan yang harus kami persiapkan. Asal kalian tahu, pak Dwintoro adalah orang pertama yang paling ramah yang pernah akuhh kenal di Biro Kemahasiswaan ini. Itu kesan pertama waktu cha menggantikan posisi Riski untuk sementara di BKOL (Bursa Kerja Online). Cara Pak Dwintoro ngomong, kekocakan pak Dwintoro, bahkan ketawa ngakaknya pak dwintoro itu sangat ica ingat. Semua cerita tentang pak Dwintoro itu akan jadi 1 kesan yang sangat susah di lupain.

Jumat, 15 November 2013

he is come back

dia yang dulu bersepeda merah, dia yang dulu cupu, culun, dan pendiam, sekarang dia berubah menjadi seorang yang sangat berbeda. si cinta monyet ku, dia selalu ada di kenangan kuh, dipikiran ku, dan menjadi inspiras kuh, yang mebuat akuh semangat dalam melakukan berbagai hal, yang membuat akuh tersenyum saat akuhh ngalami kesendirian.
akuh tak mengharapkan seratus persen hubungan yang kiranya akan membuat dia terkekang dengan sifat ke kanak-kanakan ku dulu, yang ku inginkan hanyalah dia bahagia, dia menjadi dirinya sendiri.
masih membekas banget di benak akuh, bagaimana dia tersenyum, bagaimana dia tertawa, bagaimana dia nampil di suatu hari pada saat pensi, saat dia mainkan gitarnya,,,

Rabu, 02 Oktober 2013

without title

di tengah gelapnya fajar
terlihat sepintas wajah
dipinggir jalan itu
terdengar sayu suaramu

tak menyadari akan hal itu
ketika matahari muali datang dengan sinarnya
pikir ku pun mulai mengingatkan akan semua
wajahmu, sapamu, bahkan bisik suaramu

ku coba untuk kembali tak menghiraukan
namun hal serupa terulan yang di keesokan harinya
kembali dari kejauhan kupandang yang ada padamu
tawa, senyum, sorakan, bahkan kata-kata yang terlontar dari bibirmu

panas dan teriknya matahari tak jadi penghalang
bagimu untuk terus beraktifitas bahkan
arahan serta perintah senior tak jadi masalah juga bagimu untuk tak melakukan itu semua

suatu ketika kau muncul dengan

pertemuan yang berujung tanya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghlTCQBOCglg2Pz2Xhgsp1XahZfszV5nKXVUUndEnrmE6tMjrUm7hOE3CoQYKyBF2HCFHLvbmTeDWXSWiOtlY35exFXHndjLdiv3pMbI20Omp6JGpLw5VOWKURLYhNQgt1Cv_ZGHtkHbQ/s400/tanda+tanya+1_thumb%255B3%255D.jpg

pandangan pertama kuh padamu berawal dari kegiatan itu
kegiatan yang melibatkan kau dan akuh
kau dan akuhh berada di dalam sebuah ruang
ruang yang membuatku dan mataku tertuju padamu

tertuju pada matamu, senyum mu, ucapanmu, bahkan tawamu
mata yang menarik untuk mengenalmu
senyum yang juga menghipnotisku untuk terus melihatmu
ucapan yang tidak pernah lepas dari pikiran ku
bahkan tawa yang terus terngiang hebat dibenakku..

hari-haripun berlalu namun tak menyurutkan semangatku untuk tak mengenalmu
karena mengenalmu adalah tujuan dari pertemuan kau dan akuh
karena mengenalmu adalah tujuan dari pertemuan kau dan akuh
kembali mataku terus memperhatikanmu
kembali pula aku melihat semua yang pernha kulihat darimu
sentak pikirku berkata, apakah aku bisa terus melihat, mendengar, bahkan memilikimu??
aku tak akan pernah tahu karna jawaban tulisanku hanya ada padamu??


by: Ulul Azmi